This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label My Self. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Self. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2009

Membeli mimpi....


Life is Struggel. Pertama kita melangkah di jalan ini terasa sangat jauh sekali ujungnya, tak terlihat. Penasaran terus menggeliat diantara langkah-langkah kakiku, pertama melangkah sampai tak terhitung jumlah gerakan kaki-kaki ini, hingga ku temuakan sebuat tempat untuk bersandar dan termenung diantara kucuran keringat.

Sejumlah pertanyaan terus silih berganti di dalam hati, apa, dimana, kapan semua ini akan berakhir, terus dan terus mengejarku hingga akhirnya aku tertidur di sandaran itu.....

Tak terasa matahari telah menampakkan sinarnya, pertanda pagi telah kembali dari peraduan, perputarannya mengatarkan perjalanan panjang yang tak kunjung usai sampai sejauh ini. Semalam aku menyusuri jalanan panjang yang terus merangkak naik naik dan naik, belokannya sangat tajam kekiri ke kanan, turun lagi dan lagi, membentuk sebuah tulisan SUBHANALLAH, begitu panjang dan kompleks. Hitam rimbun yang menyembul di kiri kanan jalan slalu menghantui dan menggoda aku aku untuk terus berlari dan berlari lagi, sampai-sampai aku tak kuat untuk berlari.

Ku paksakan kaki kaki gembulku untuk terus bergerak, entah sampai kapan. Tabungan tenaga ini masih kuat untuk perjalanan jauh, terus menyusuri dan menemuka berjuta pengalaman, harapan baru dan kekuatan baru. Kawan, hidup harus terus berjalan entah sampai kapan, saat pertama aku melangkah tak membayangkan sampai sejauh ini, di tengah perjuangan ini keinginan dan hati membuat semangatku terus berkobar untuk terus melangkah.

Kawan, seandainya aku tak kuasa lagi melangkah buatkan aku sebuah tongkat untuk perjalanku, tongkat dimana akan membantu tuk menyelesaikan perjalanan ini. Seandainya tongkat yang kau berikan kepadaku telah lelah temani langkah kaki ini, tolong berikan aku sebuah tongkat lagi terus dan terus sampai di titik dimana aku mendapatkan semuanya. Kawan, tetaplah menemani langkah kaki ini, biarpun kau membawa sepeda motor, membawa, mobil, membawa, GP F1 sekalipun kau membawa Jet tempur tetaplah menemani perjalanan ini.

Teruslah bersama walau kau tak sepaham dan sependapat denganku lagi, itu pertanda bahwa kau telah menemukan sebuah jalan lain yang mungkin lebih baik atau bahkan lebih buruk dari jalan ku lalui, tak lupa akan bantuanmu kemarin kawan, aku kan slalu mengingat dan memberikan yang lebih kepadamu, tak lagi tongkat, kan ku buatkan sepatu yang memilih delapan roda, sehingga kau semakin mudah dalam melakukan perjalanan ini.

Susah senang bersama kita jalani, meniti dari satu titik ke titik selanjutnya, kau tercinta yang slalu ada untuk di temani dan menemani. Biarpun orang berkata apa, aku kan slalu menjaga langkah ini sampai mati dan menemukan kehidupan yang abadi. BISMILLAHIROBIL'ALAMIN.... kan slalu mengaum diantara langkah pertamaku.............. LIFE IS STRUGGEL. to be continue.....

Senin, 27 Juli 2009

Benarkah cinta itu gila?

Malam ini, di kantor, sendiri menepi di pojok ruangan, setelah berfikir lama akan menulis tentang sesuatu, akhirnya aku ingat akan satu kisah hidupku, sebuah kisah nyata. Dimana aku selalu merasa bangga dan takut untuk menjalaninya (lagi) adakalanya merasa hangat di saat2 seperti itu, dan ada perasaan takut jika tak mampu mengendalikan diri.

Netral, Cinta Gila, meraung di kedua gendang telingaku, aku sengaja memutar habis volume winampku, hentakan bas dan deringan treble, dan suara vokalis, Bagus, yang tinggi membuat pikiranku menjadi tinggi juga. Terus kedengarkan hingga habis tak tersisa sedetikpun itu lagu. Ku putar ulang lagu tersebut, ku hayati dan secara perlahan masuk ke dalam pikiran terdalamku.

Lirik lengkap Cinta Gila by NETRAL Band

melesat menuju langit tujuh
secepat kilat menembus angkasa

jauh kutinggalkan planet bumi
terbang melayang melanglang buana

racun cinta membius hamba
panas dingin demam asmara

[reff]

cinta memang gila tak kenal permisi
bila disengatnya say no to kompromi

ku tak kuasa ku tak berdaya
si kerbau bego dicucuk hidungnya


Kisah kelam yang menghangatkan pada suatu musim kemarau di bulan Juli itu selalu teringiang dan "menghantui" pikiran dan jiwaku, ternyata masih ada orang seperti itu. Kisah ini tanpa sengaja sampai jauh menyeberang samudra, kisah yang seharusnya tidak menyeberang ke lain benua. Hingga pada suatu ketika mungkin terlalu asyik mengembangkan angan yang tanpa harapan, hingga kisah ini telah menyeberang. Kita tak sengaja menyeberangkan kisah ini, dan aku memahami manusia pastinya mempunyai khilaf dan mungkin khilaf itu yang mengajak kami tuk menyebrang ke benua lain.

Hangat, buliran peluh mengalir deras selama perjalanan singkat ini, tak membutuhkan waktu lama untuk mengukir sejuta kisah, mengukir kisah yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bukan aku merasa benci dengan kisa ini, tetapi lebih ke artian menyayangkan. Lirik lagu di atas bukan untukku tapi untuk dia, perasaannya tak bisa dikompromikan lewat kata-kata, terbang jauh ke awan meninggalkan bumi. Melesat cepat melebihi kecepatan cahaya, tanpa media perantara dan isolator.

Perasaanku berperang dengan batinku, perasaanku (syetan) mengatakan "teruslah maju demi kepuasan batinmu" di lain pihak batinku berteriak keras seperti suara sangkala "jangan dengarkan kata perasaanmu, itu adalah setan, pokoknya jangan kamu teruskan, sudah berhenti sampai di sini, titik" monolog diriku terus terjadi hingga akhirnya aku mengaku pasrah, apapun yang terjadi terjadilah. Sungguh sebuah jalan licin yang aku lalui tanpa menggunakan alas kaki yang bergerigi, kucoba terus perlahan dan berhati-hati dalam melangkah, akan tetapi sejauh aku melangkah yang terlihat hanyalah jalan becek dan liat. Pada satu titik dimana kesadaranku hilang kaki ini tak tahan untuk memplesetkan diri, waduwh........... akhirnya aku terpeleset juga.

Setiap hari komunikasi itu terjalin, perasaan senang, perasaan bangga, dan perasaan sombong bercampur menjadi satu, bagaikan jus aneka buah, tak karuan rasanya. Cinta memang Gila, untuk kisahku ini memang seperti itu. Cintanya kepadaku tak tehalang dimensi ruang waktu dan keadaanku, pokoknya. Yah... mau dibagaimanakan lagi, cinta itu hak, dan dia juga berhak tuk meluapkan rasa cintanya kepadaku, apapun yang ada di diriku dia tetap keukeuh untuk perasaannya itu. Sadar dan tau akan kesalahannya itu, tapi apapun yang terjadi dia tetap melenggang pergi tanpa permisi dengan nurani.

Sebuah puncak pertemuan tejadi pada pertengahan Juli, dimana kami "dipertemukan" untuk yang ke-2 kali, sebuah kesempatan untuk melontarkan sejuta bahkan lebih kata-kata yang tersimpan di dalam hatiku. Dimana sebelumnya aku telah tersadar akan keterplesetanku. Aku mulai mengerti akan ke khilafanku, dan akan aku perbaiki, akan tetapi aku juga tak mau menyakiti dia. Aku berusaha menjadi seorang lelaki yang tidak pengecut, menjadi seorang pria, seoarang ksatria.

Walaupun itu menyakitkan tapi aku berusaha jujur dengan keluarga dan teman. Ada yang menyarankan langkah A, langkah B, dan langkah C, tetapi aku mempunya rangkuman dari semua saran2 tersebut. Kucoba perlahan bicara, mengikuti iramanya, menganut faham dari cara yang baik akan menghasilkan yang baik pula. Itu aku anut selama bersamanya, perlahan kita bicara tentang kita, tentang bagaimana kita, dan tentang semua yang telah terjadi, apapun aku, dia mau dan dia akan melangkah jauh untuk itu.

Kucegah semuanya sebelum terlanjur, aku jelaskan siapa saya, siapa dia, jalan kehidupanku, jalan kehidupannya, dan itu akan menjadikan kebaikan buat semuanya, aku, dia, keluargaku, dan teman-teman kita. Tetesan air matanya membuatku menyesal, membuatku kalut dalam pikiran terdalam ini, kenapa... kenapa kau menangis, telah sadarkah, menyesalkah atau memang dia menangis karena kita tak mungkin untuk bersatu? hanya jawaban tangisan yang aku dengar.

Akhir kisah ini mungkin menjadikan sembilu di hatinya mungkin juga hatiku, aku telah berjanji untuk menemani sampai dia menemukan jati diri dan pasangan sehidup sematinya. Tapi itu hanya sekedar janji, janji janji yang tak bisa aku tepati, janjiku bukan janji suci, melainkan janji yang menenangkan hati. Aku sudah mengatakan semuanya terhadap dia, semua telah dia ketahui siapa aku dan siapa dia, tak pantas kita tuk bersama, selain itu karena status kita. Lajang dan sebaliknya.

Satu hal yang membuat aku merasa senang dengan kejadian ini, minimal aku telah sedikit membuka mata hatinya tentang kehidupan ini, yang mungkin selama ini dia tidak tau atau tidak mau tau tentang kehidupannya. Kedewasaannya hanya diperuntukkan dunia luar, kedewasaanya tidak dipergunakan untuk pribadinya. Semoga semua bisa berjalan dengan lancar, setia menemani sampai janji itu terpenuhi walaupun tanpa merubah elemennya, yang berubah hanyalah bentuk dari elemen itu.

Cinta Gila, ini sungguh terjadi di musim kemarau bulan Juli...
sebuah pelajaran hidup yang sangat berarti
pegangan tali ini masih terlalu kuat tuk tergoyah
menghabiskan kepuasanku hanya untuk pengalaman ini

dimana yang terjadi selalu ada awal
kisah dimana harus berakhir dengan tangisan
penyelasan itu belum terlambat
ini jalan terbaik yang harus ditempuh
buat diriku, dirimu dan lingkungan kita

kisah pertama dan terakhir dalam lembaran baruku
lembaran hitam terselip diantara jutaan lembaran putihku
tak bisa dibuang, tak bisa diubah
biarlah lembaran itu mengisi dan menghiasi kehidupanku
semua telah terlanjur dan aku telah menyadarinya

guru ini tlah menunjukkan jalan dimana aku harus melawatinya....

Jumat, 17 Juli 2009

Ini tentang perasaan

Diantara berjuta kesenangan yang telah dan akan aku jalani, terdapat sesuatu hal yang mengganggunya.

Antara percaya dan kepercayaan ada setitik pengharapan yang besar, kepercayaanku telah sampai ke ujung tiang jauh dimana memudahkan aku untuk menggapainya. Percaya itu tak selamanya mematuhi dan yang terbuang tak selalu yang tak berguna.

Hidup ini aneh, ketika diberi kesempatan untuk mematuhi segala peraturan yang mengarahkan untuk kesejahteraan dan kesenangan hidup manusia, tapi peraturan tinggallah peraturan. Banyak diantara kesempatan itu yang terbuang percuma, mubazir, dan kata serapah yang mencuat dari bibir ini ketika semua telah menyadarinya. Kenapa bisa begitu, sebenarnya hanya kita dan Tuhanlah yang tau.

Di antara selipan waktu bahagia dan kesedihan terdapat waktu transisi dimana kita diberikan kesempatan untuk menggunakan sebaik-baiknya. Hemat kata Antisipasi.

Sekarang, ya.... sekarang inilah waktu dimana aku berada, di dalam kepenatan dan seabrek rutinitas yang mengubah arah pandangku, tanpa ada jeda waktu yang tersedia tuk antisipasi. Saat ini aku di antara pilihan yang sebenarnya aku sendiri sudah tau jawabannya, tapi keberanianku untuk menjawab telah berkurang maka aku bingung dibuatnya. Semua berawal dari pikiran ini, hormon yang terus memacuku untuk melangkah lebih maju. Jika di pikirkan itu baik adanya, tapi jika di telaah lebih dalam lagi, itu tidak baik buat kehidupanku.

aku bingung...................

Senin, 04 Mei 2009

Godaan.....

Tidak ada gading yang tak retak, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, sebagus-bagusnya dan semahal-mahalnya roti pasti akan menjamur juga.

Ungkapan itu tak sekedar kalimat yang enak dibaca akan tetapi dalam sekali jika kita pandai dan mau mengartikannya. Hidup, Mati, Jodoh, Rejeki sudah ada yang mengaturnya, kita manusia hanya berusaha menjalani dan mengisi waktu yang telah diberikan olehNya. Sudah banyak sekali contoh yang bisa kita jadikan cermin kehidupan ini, Harta, Wanita dan Tahta adalah kenikmatan yang menjebak. dimana kita disuguhkan akan keindahan kemulyaan, dan kerta raharja.
Kasus yang tarakhir kita jumpai di negeri kita sendiri adalah kasus Antazari Azhar ketua KPK, satria pemberantas Korupsi ini terjebak dalam lingkaran wanita. tak tanggung-tanggung dia menjadi tersangka pembunuhan bos PT PRD Nasrudin Zulkarnaen. luput dari godaan harta dan tahta akhirnya dia kena juga denga jerata wanita. oh segita sama sisi yang menghancurkan. kendali diri dan kekuatan hatilah yang akan menyalamatkan kita dari ketiganya.

Jumat, 27 Februari 2009

Memberi tidak kehilangan

Indonesia adalah negara tropis yang berarti hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan kemarau, kenyataannya kita dalam dua musim itu banyak sekali sub2 musimnya, misal dalam musim penghujan ada musim rumput, musim panen, musim duren, dan yang pasti dan menjadi tradisi bagi negara kita adalah musim banjir dan musim bencana.

Sub2 musim kemarau lebih parah lagi, berbanding terbalik dengan musim hujan (pastinya) ada musim paceklik, musim kekeringan, musim cerai, musim mangga dan banyak sekali musimnya.
Terakhir musim banjir adalah kemarin hari Rabu tanggal 25 Februari 2009, Soloraya khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran dan sekitar aliran sungai Pepe dan bengawan Solo. "innalillahi wa inaillaihi rojilun".
Sebentar lagi Indonesia akan mempunyai satu musim tambahan yaitu musim pemilu, sekarang dan jahu hari sebelumnya talah dimulai sub2 musim Pemilu itu, antaranya, musim kampanye, musim janji, musim jalan-jalan, dan tentunya musim bagi2 uang dan paling parah adalah musim pohon berbuah bendera.
9 April 2009 adalah masa2 penantian bagi sebagian penduduk negeri ini, waktu yang begitu teramat sangat pentingnya bagi mereka, jawaban dan hasil yang selama ini mereka kerjakan, ada yang baru, ada yang lama dan juga ada yang ada2 saja. Mereka berlomba tuk merebut sebuah kursi yang terhormat buat wakil kita di gedung dengan fasilitas lengkap, dingin dan mendinginkan bagi mereka yang duduk di dalamnya. Somoga. Tapi buat mereka yang gagal dalam mencapai harapan mungkin dunia ini tak berarti apa2. yah sebagai rakyat kecil kita hanya bisa memilih diantara ratusan, ribuaam, bahkan raturan ribu wakil kita. Maka dari itu kita memberi tapi jangan sampai kehilangan apa yang telah kita beri tadi, bagi pilihan kita yang sudah berada disana harus kembali memberikan apa yang menjadi hak kita sebagai rakyat, jangan habis manis sepah dibuang. Harapan dan janji adalah tergantung kita dan mereka, semua. Berjayalah Indonesia, damai, sejahtera.

Jumat, 19 September 2008

Berpegangan pada tali

January 18th, 2008
Sungguh sebuah tindakan telah dilalui demi menggenggam cita, to reach a will. Jangan kalian tanya mengapa tapi jawablah sesuai dengan rasa yang ada di dalam sanubari. Sebuah tindakan telah dilalui, harusnya kesengajaan dan ketidak sengajaan ada dan jika hanya jika itu tidak maka tindakan itu tidak akan terlengkapi oleh tindakan.

Ketika matahari telah terbit rasa ini akan selalu menerima apa yang telah terjadi tapi bayangkan jika sebuah harapan yang belum tertampak selalu menggelayut di alam sadar. Maka, tak heran seumpamanya semua itu tak terlepas dari nafsu dan birahi sesaat, jawablah dari setiap pertanyaan yang muncul, jawablah sendiri dan katakan dengan lirih apa yang telah terasa akan jawaban itu.
Ke-tak tahuan akan sesuatu mengguncang sanubari untuk pergi, dengan segenap tenaga dan rasa menginginkan hal itu terjadi, ketaktahuanlah yang tidak benar namun ini kan menerbangkan kita jauh dari saat ini. Jika itu terjawab.
Tindakan pertama dari sebuah kejadian besar dimulai dari satu langkah, setiap mili yang membekas kan slalu terkenang dalam lamanya hidup, manusia tidak akan tau dimna di akan singgah untuk selamanya, hanyalah tindakan dan jawaban yang tau pasti kemana kaki berlari. Indah jawaban tak seindah langkah, indah pertanyaan tak seindah jawaban, dan itu jika hanya jika jawaban dan langkah terhimpun menjadi satu padu menjadi indah.
Haruskan semua gersang, mati terpanggang tanpa parang yang mengujam langkah panjang, jalan ini kan slalu terlewati bersama sepi-sepi malam. Dingin terlewati walau sakit tlah menghampiri. Jawaban slalu terngiang akan datangnya esok hari, langkah ini menuju jawaban yang tak terpatri di sini di sanubari. Alangkah indahnya langkah ini bersama dengan sang jawaban yang telah dinanti bersama datangnya hari. Mati, itu kah tujuan dari langkah dan jawaban selama ini yang dicari dan di tahta i.

perjalanan malam
by: Arkaeno

bersama angin malam
ku tlusuri langkahku
dengan langkah kedepan
ku terus saja berjalan

mungkinkah ku temukan
hidup yang ku impikan
suatu kedamaian
yang slama ini kurasa

mungkinkah ku temukan
hidup yang ku impikan
walau telah aku cari
dalam sepi……………

mungkinkah ku temukan
sepercik kesempatan
yang datang menghampiri
mengajku bernyanyi
menyongsong kehidupan
yang penuh damai
yang slama ini ku damba……

Senin, 28 April 2008

Preambul......

Manusia hidup untuk berjuang, perjuangan di mulai awal terlahir di dunia sampai nanti tutup usia. Life is struggle.

Tak terasa 26 tahun sudah aku terlahir di dunia ini, berbagai macam kisah telah aku lalui, sedih, tertawa, senang, menangis, literatur hidup sebagian telah aku lalui bersamaan dengan jalannya sang watu.

Sekarang telah banyak kisah manusia yang sukses banyak pula cerita manusia yang menderita, tapi masih sedikit hikayat manusia yang mengalali kehidupan yang pas-pasan. Lurus, mujur dan bisa dibilang bahagia dan bisa dibilang susah. Kehidupan yang terlihat ambigau. Naik turun kehidupan pernah aku lalui, kehidupan di dunia ini hamper semua sudah aku lalui, lahir, sunat, menikah dan yang terakir tinggal menunggu giliran untuk mati. Diceritakan orang tuaku bahwasannya anak itu harus manut miturut sama orang tua, tanpa seizin orang tua maka semua tindakan dan usaha tidak akan pernah berhasil. Setiap langkah kan slalu ku renungkan makna itu, mereka merupakan teman, teman hidup di dunia, statuslah yang membedakan kita dan mereka, saya (sebagai anak) berkewajiban memuliakan dan menghormati apapun dan siapapun dan bagaimanapun keadaan hidup mereka. Orangtua tetap orangtua, dihormati tak boleh dimaki, njunjung dhuwur mendem jero wong tuwo, itu kata bijak jawa.

Terlahir sebagai anak seorang petani, hidup sederhana dikampung jauh dari kota, desa ku tak terlalu ketinggalan jika dibandingkan dengan daerah lain, bisa dibilang desaku desa yang makmur. Setiap kali berjalan pasti menemukan kayu yang berserakan dan suara mesin menderu mencaci maki kayu yang sangat a lot.


Tobe Contiued