This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 16 September 2009

A Historical Glimpse

The first known hominid inhabitant of Indonesia was the so-called "Java Man", or Homo erectus, who lived here half a million years ago. Some 60,000 years ago, the ancestors of the present-day Papuans move eastward through these islands, eventually reaching New Guinea and Australia some 30-40,000 years ago.

Much later, in about the fourth millennium B.C., they were followed by the ancestors of the modern-day Malays, Javanese and other Malayo-Polynesian groups who now make up the bulk of Indonesia's population.

Trade contracts with India, China and the mainland of Southeast Asia brought outside cultural and religious influences to Indonesia. One of the first Indianized empires, known to us now as Sriwijaya, was located on the coast of Sumatra around the strategic straits of Malacca, serving as the hub of a trading network that reached to many parts of the archipelago more than a thousand years ago.

On neighboring Java, large kingdoms of the interior of the island erected scores of exquisite of religious monuments, such as Borobudur, the largest Buddhist monument in the world. The last and most powerful of these early Hindu-Javanese kingdoms, the 14th century Majapahit Empire, once controlled and influenced much of what is now known as Indonesia, maintaining contacts with trading outposts as far away as the west coast of Papua New Guinea.

Indian Muslim traders began spreading Islam in Indonesia in the eighth and ninth centuries. By the time Marco Polo visited North Sumatra at the end of the 13th century, the first Islamic states were already established there. Soon afterwards, rulers on Java's north coast adopted the new creed and conquered the Hindu-based Majapahit Empire in the Javanese hinterland. The faith gradually spread throughout archipelago, and Indonesia is today the world's largest Islamic nation.

Indonesia's abundant spices first brought Portuguese merchants to the key trading port of Malacca in 1511. Prized for their flavor, spices such as cloves, nutmeg and mace were also believed to cure everything from the plague to venereal disease, and were literally worth their weight in gold. The Dutch eventually wrested control of the spice trade from Portuguese, and the tenacious Dutch East India Company (known by initials VOC) established a spice monopoly which lasted well into the 18th century. During the 19th century, the Dutch began sugar and coffee cultivation on Java, which was soon providing three-fourths of the world supply of coffee.

By the turn of the 20th century, nationalist stirring, brought about by nearly three centuries of oppressive colonial rule, began to challenge the Dutch presence in Indonesia. A four-year guerilla war led by nationalists against the Dutch on Java after World War II, along with successful diplomatic maneuverings abroad, helped bring about independence. The Republic of Indonesia, officially proclaimed on August 17th, 1945, gained sovereignty four years later.

During the first two decades of independence, the republic was dominated by the charismatic figure of Sukarno, one of the early nationalists who had been imprisoned by the Dutch. General (ret.) Soeharto eased Sukarno from power in 1967. Indonesia's economy was sustained throughout the 1970's, almost exclusively by oil export.

The Asian financial crisis, which broke out in mid-1997, paralyzed the Indonesian economy with the rupiah losing 80% of its value against the US dollar at the peak of the turmoil.

On May 21, 1998, Soeharto resigned after 32 years in power and was replaced by B.J. Habibie following bloody violence and riots. Indonesia held its first democratic election in October 1999, which put Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid in the role of president. At 2001 fourth president is Megawati Soekarno Putri, 2004-2009 is Susilo Bambang Yudhoyono be 5th presiden. General Electrical he be president again until 2014.

Selasa, 15 September 2009

Osama ancam Barack Obama

Pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, kembali tampil dalam publikasi terbaru rekaman video pernyataannya. Kali ini dia mengancam pemerintahan Presiden AS Barack Obama yang berhubungan erat dengan pemerintah Israel.

Dalam pesan video yang ditayangkan melalui sebuah situs internet yang selama ini dikenal sering menjadi media untuk mempublikasikan pesannya itu, Senin (14/9), Osama menyerukan rakyat Amerika agar membebaskan diri dari ketakutan dan terorisme ideologi kelompok berhaluan neo-konservatif dan kelompok lobi Israel. ”Alasan pertentangan kita adalah dukungan kalian terhadap sekutu kalian, Israel, yang menguasai tanah kami di Palestina,” tegas Osama dalam pesan sepanjang 11 menit bertajuk Pernyataan untuk Rakyat Amerika itu.

Pesan ini muncul hanya beberapa waktu setelah berlangsungnya peringatan sewindu terjadinya tragedi serangan 11 September 2001. Sebelum ini Osama kali terakhir merilis pernyataan Juni lalu menjelang pidato Presiden Obama di Kairo, Mesir. Pidato Obama kala itu dinilai monumental karena isinya menegaskan upaya merangkul masyarakat muslim.

Segelintir orang
Osama dalam pesan itu menyebut pula bahwa selama ini belum ada perubahan dalam kebijakan politik Amerika karena Presiden Obama masih mempertahankan orang dari pemerintahan Presiden George W Bush seperti Menteri Pertahanan Robert Gates. ”Kalau kalian sadar, kalian bakal tahu kalau Gedung Putih sebenarnya dikuasai segelintir kelompok yang berkepentingan,” katanya. ”Bukannya berjuang untuk membebaskan Irak seperti yang biasa disebut Bush, mereka (Gedung Putih) seharusnya membebaskan diri mereka sendiri,” imbuhnya.

Osama juga berkomentar soal kegiatan pasukan AS di Afghanistan yang berupaya mendukung pemerintah negeri itu membasmi aktivitas kelompok Taliban yang dianggap menjadi sekutu utama Al Qaeda, serta dukungan AS terhadap Pakistan yang juga tengah berupaya keras menggulung berbagai kelompok militan yang bermarkas di wilayahnya.
”Jika kalian menghentikan perang, itu bagus. Tapi jika tidak kami tak punya pilihan selain melanjutkan perang mati-matian di semua front. Jika kalian mencari selamat dan menghentikan perang seperti yang diharapkan dalam berbagai jajak pendapat, kami siap menanggapinya,” tegas pernyataan itu. ”Kalian hanya ganti wajah di Gedung Putih,” sebut Osama, merujuk pada Obama yang tahun ini menggantikan Bush. ”Obama itu lemah, dia takkan bisa menghentikan peperangan,” tukasnya.

Senin, 14 September 2009

Aksi penyelamatan lingkungan di perkantoran

Krisis Lingkungan semakin hari semakin tambah parah mulai dari pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang berdampak global seperti Jebolnya Lapisan Ozon, perubahan iklim dan hujan asam (mengakibatkan dampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia). Maupun dampak regional dan lokal seperti Pencemaran air, udara, Pembabatan hutan, banjir dan sampah, tanah longsor, erosi.

Dampak dari pencemaran dan kerusakan Lingkungan dapat mengganggu kelestarian ekosistem, seperti : Bumi makin panas, mata air mengecil / mati dan masih banyak lagi dampak terhadap kesehatan seperti : meningkatnya penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), diare dan muntaber.

Untuk mengerem laju Pencemaran dan kerusakan lingkungan bukan hanya mengandalkan peran Pemerintah, Proyek LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Lingkungan seperti Green Peace, pencinta lingkungan maupun Organisasi Non Politik, tapi sebenarnya banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengerem laju kerusakan maupun pencemaran lingkungan saat kita di kantor. Berikut ini tips sederhana untuk yang dapat kita lakukan di Kantor untuk mengurangi laju pencemaran dan kerusakan lingkungan antara lain :

  1. Bila kita menggunakan kertas untuk foto copy gunakanlah secara bolak-balik (dua sisi). Gunakan kertas bekas untuk membuat draft konsep surat. Setelah kedua sisi kertas terpakai kumpulkan berikan ke pemulung atau dapat kita jual. Ingat semakin banyak kertas yang kita konsumsi, berarti semakin banyak pohon yang harus ditebang (bahan baku kertas berasal dari pohon) , semakin banyak air yang dikonsumsi pabrik Kertas dan semakin banyak limbah yang dihasilkan dan diolah.
  2. Bila kita menggunakan kamar kecil, jangan lupa mematikan air setelah kita pakai. Laporkan kepada petugas ke rumah tanggaan bila menjumpai kran air yang bocor / rusak / air terus menetes dan mengucur. Laporkan juga bila air buangan di kamar mandi macet / buntu. Ingat semakin banyak air terbuang percuma berarti kita turut memboroskan sumber daya alam, padahal dibeberapa daerah kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
  3. Bila kita istirahat pada siang hari, pastikan sebelum meninggalkan ruangan aliran listrik untuk lampu, komputer, dan AC dimatikan. Tahukah anda semakin kita menghemat listrik berarti kita menghemat biaya yang terbuang secara sia-sia. Disamping itu juga menghemat sumber daya alam yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
  4. Biasakanlah membuang sampah pada tempatnya, sebaiknya anda tidak membuang sampah dengan jalan dilempar diluar jendela atau membuang puntung rokok dan bungkus permen kedalam pot, lubang WC atau selokan, yang menyebabkan lingkungan menjadi kumuh, kotor dan selokan menjadi tersumbat dan dapat mengakibatkan banjir.
  5. Di kantor biasanya tanaman yang ada dalam pot banyak kekeringan dan sebagai tempat sampah dari puntung rokok. Oleh karena itu rawatlah, bersihkan dari puntuk rokok dan selalu menyiram air supaya tumbuh dengan baik. Tahukah anda tanaman dapat mengahasilkan gas oksigen melalui proses fotosintesi yang sangat kita butuhkan untuk memperpanjang nafas kehidupan masyarakat.

Apabila aksi-aksi kecil dan sederhana ini dilakukan secara serentak seluruh perkantoran swasta maupun pemerintah efek yang ditimbulkan akan luar biasa guna penyelamatan lingkungan atau paling tidak untuk mengerem laju kerusakan lingkungan.itu berarti kita juga turut peduli untuk menyelamatkan lingkungan dari ambang kehancuran dan kerusakan, Selamatkan Lingkungan Sekarang Juga !!!

Membuat Random Post

Random Posts adalah sebuah list judul postingan atau artikel ditampilkan secara acak pada blog. Default post pada blog biasanya hanya menampilkan recent posts atau artikel terakhir, hal itu kurang efektif dikarenakan recent posts hanya menampilkan postingan terkahir diatur sesui dengan tampilan pada widget.
Sedangkan random posts menampilkan postingan kita secara acak, bahkan postingan yang sudah lama bisa tampil dalam daftar random posts.

Cara membuatnya random post
  1. Login ke account blogger anda
  2. Kemudian klik Tata letak/Layout page
  3. Tuju Elemen Halaman/page element
  4. Klik Gadget/Add Gadget
  5. Pilih yang HTML / Javascript.
  6. Kemudian masukkan kode script berikut ini :

  7. Pada baris terakhir ada tulisan namablog.blogspot.com silahkan di ganti dengan alamat blog Anda. dan num=10 itu adalah jumlah daftar tampilan.

Semoga dapat membantu.

Sabtu, 12 September 2009

Earth hour 2010

Selama 60 menit, kita Padamkan lampu tuk nyalakan masa depan... apa itu Earth Hour?

Earth Hour adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund) yang diselenggarakan tiap Sabtu terakhir bulan Maret dengan meminta partisipasi masyarakat dunia untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak diperlukan selama 1 jam (60 menit) baik di rumah, perkantoran, ataupun fasilitas lain untuk memunculkan kesadaran atas butuhnya tindakan menghadapi perubahan iklim.

catatan yang didapat yaitu :

- Mengurangi emisi sekitar 284 ton CO2
- Menyelamatkan lebih dari 284 pohon
- Menghasilkan O2 untuk lebih dari 568 orang
- Mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta
- Efisiensi 300MW, daya segini cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik

Kegiatan Earth Hour untuk mengurangi efek pemanasan global, Earth Hour 210 mentarget 1 miliar penduduk akan mematikan lampu selama 60 menit. Untuk dukung Earth Hour 2010 pada Sabtu (27/3) pukul 20.00 – 21.00 WIB kita Padamkan lampu 60 menit tuk nyalakan masa depan...

Untuk satu kota saja efeknya lumayan apalagi kalau diadakan di seluruh Indonesia. Menyelamatkan bumi tidak selalu harus dengan hal-hal yang besar atau yang belum sanggup kita lakukan tapi cukup dengan hal kecil seperti ini. Mari Kita Dukung !

Jumat, 11 September 2009

Satu inti

Kemarin pagi saya melihat seorang tua berjalan tertatih di tengah dinginnya pagi. Melangkah pelan di jalanan yang berbatu, sesekali dia melihat ke kiri dan kekanan kadang menengok ke belakang. Dia mengingatkanku akan masa depan yang seperti itu. Setiap langkah begitu berarti bagi dia, tak mampu menopang semua beban tubuh , tongkat kayu bengkok berwarna cokelat selalu menemani dimanapun dan kapanpun, bisa dibilang itu sudah menjadi kebutuhan primer dia saat ini.

Selang beberapa hari kusempatkan diri ini menelusuri dinginnya pagi di akhir pekan bulan Juli. Terlihat disana seorang tua yang duduk di atas kursi roda yang mengkilap, di belakangnya seorang gadis muda berpakaian serba putih perlahan mendorong kursi roda itu. Tanpa takut akan sesuatu sang tua tadi menikmati suasana pagi itu. Duduk tenang dan nyaman di antara lalu lalang orang yang berlarian di pagi itu. Pertanyaan besar yang bermain di pikiranku, kenyamanan dia tak berbanding lurus dengan ekspresi wajahna, ada apa gerangan?. Putaran rodanya mengantarkan dia sampai matahari telah bertengger 35 derajat sebelah timur. Kulihat lengan tangan ini, jarum jam ini mengarah ke angka 9 dan 11, saatnya pulang gumamku dalam hati.

Esok paginya saya mengayug pedal sepedaku mengarungi jalanan pegunungan yang menanjak, ku melihat seorang muda yang mengenakan stelan jas necis lengkap dengan aksesorisnya, menenteng tas jinjing, membuka pintu mobil keluaran terbaru, di samping rumahnya ada lagi seorang muda yang menggunakan pakanain seadanya, jeans kumal penuh dengan noda hitam di sana-sini, dan topi yang ada menempel di kepalanya itu menandakan sudah laik buang. Perlahan dan terus aku kayuh laju sepeda ini sampai di depan kerumunan banyak orang dengan masing-masing aktifitasnya. Ada yang berdiri dan berteriak teriak mencari penumpang, ada yang mengenakan rompi oranye, ada yang memegangi sayuran, ada yang menata koran, ada yang membersihkan peralatan elektronik dan masih banyak aktifitas lainnya.

Terus kuberjalan sambil mengamati keadaan, hingga kaki ini terasa lelah dan kuputuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah. Kusandarkan tubuh ini di sebuah kursi kecil yang terdapat di depan sebuah bangunan kantor, din din... suara klakson mobil itu meraung menandakan pak satpam harus menunaikan tugasnya.... kkkkreeetttt suara pintu terbuka dan mobil itu masuk dengan perlahan hingga tak terlihat lagi. Selang beberapa detik kemudia banyak gerombolan manusia yang mengenakan seragam coklat keputihan masuk dengan bermacam kendaraan, sikut sana, sikut sini, tendang sana, tendang sini, hanya untuk mengindari pukul tujuh. Seperti kumpulan ayam yang disebari makanan.

Perlahan ku berfikir dan memandang jauh kehijauan pepohonan yang tertata apik di lereng-lereng pegunungan yang terlihat asri, terhanyut aku akan suasana pagi ini, begitu banyaknya orang yang bergerak tak satupun yang sama.

Ada yang berperan menjadi bos, bengkel, pedagang, calo bus, pegawai pemerintahan, seorang tua yang masih aktif mempertahankan hidupnya, seorang renta yang menikmati hartanya. Dan aku sendiri berperan menjadi apa, aku tak bisa menjawabnya. Mereka semua bisa diumpamakan seperti minuman hangat yang terdapat di dalam gelas lengkap dengan tutupnya. Ada yang seperti kopi, susu, air putih, Vodka, Jahe, Teh, air putih biasa, lengkap dengan tetek bengek pengikut kenikmatannya. dan ketika satu persatu ku buka tutup gelas tersebut, terdapat kumpulan air putih yang melekat di tutup itu, ku buka lagi gelas yang berisi kopi, oh......... di tutupnya juga sama hanya air putih yang berkumpul, kubuka gelas yang berisi susu, oh...... di tutupnya juga sama hanya air putih yang berkumpul, kubuka gelas yang berisi vodaka, oh...... di tutupnya juga sama hanya air putih yang berkumpul, begitu seterusnya hingga gelas terkhir yang hanya berisi air putih netral, dan ternyata oh...... di tutupnya juga sama hanya air putih saja yang berkumpul.

Ternyata manusia itu hanya satu.....